SMP NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK

MELANGKAH MENUJU E_LEARNING

FOTO

FOTO
KEPALA SEKOLAH

DENMAZSHiES

DENMAZSHiES

Followers

About Me

My photo
Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia
DENSHiESt

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget

PENGANTAR

SUGENG RAWUH , MONGGO PUN PIRSANI....
WELCOME TO MY SIMPLE BLOG, PLEASE SEE MORE

PELEPASAN SISWA KELAS 9 TAHUN 2008/2009, SENIN 15 JUNI 2009

Krisis global.........? Guru .......? Pendidikan .........? sedang nunggu inpirasi.....

Read More..

ESQ JOURNEY TRAINING

SISWANTO'S BLOGe

Untuk meningkatkan dan menambah motivasi siswa dalam belajar, siswa siswi kelas IX SMP Negeri I Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan spiritual journey. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Februari 2009 bertempat di ruang Aula SMP Negeri I Purwareja Klampok. Kegiatan di pandu oleh Mr. Jasun, S.Kep. dari Jason Event Organizer RSU Banyumas.
Dalam pembukaan acara, Kepala Sekolah yang di wakili oleh Mr. Suratno, S.Pd. mengharapkan agar melalui kegiatan ini siswa-siswi kelas IX akan mendapatkan motivasi baru dan semangat yang tinggi untuk menghadapi UN 2008/2009. Dengan semangat dan motivasi yang tinggi dalam belajar siswa akan dapat menyelesaikan permasalahan dalam belajar sehingga nantinya akan siap menghadapai UN dan diharapkan hasilnya juga akan baik dengan target semua lulus ujian.
Dalam kegiatan ini berbagai pengetahuan dan pengalaman nyata disampaikan kepada peserta, untuk membuka hati dan perasaan siswa tentang bagaimana menghadapi segala tantangan hidup khususnya dalam mengikuti pelajaran dan melaksanakan kegiatan belajar.
Pada kegiatan akhir siswa diajak merenung, konsentrasi untuk melihat diri sendiri apa dan bagaimana perilaku selama ini, apakah sudah benar apa belum? Dengan pembawaan yang penuh arif dan dengan kata-kata yang religius Mr. Jasun menghipnotis siswa. Pada akhirnya banyak siswa yang merasa perilaku hidupnya belum sesuai dengan apa yang semestinya mereka lakukan baik menurut agama maupun tatanan pemerintahan, hampir semua siswa menyesalinya terbukti mereka kemudian menangis dan ada di antara mereka ada yang nyaris pingsan karena perasaan yang begitu mendalam.
Semoga dengan kegiatan ini siswa-siswi meresapi makna dari semua kegiatan dan mengaplikasikan dalam kehiduan dan selalu menjaganya dalam segala aspek kehidupan. Terima kasih Mr. Jasun Cs, Terima kasih semua crew panitia, Semua wali kelas, semua Guru dan Staf yang terkait yang telah dengan sukses mengadakan kegiata ESQ journey training ini.
Bravo SMP N I Purwareja Klampok.......Luaaaaar Biaaaasa....and...The Best...
Mr. Shies09

Read More..

OUTWARD BOUND MANAGEMENT TRAINING GURU, KARYAWAN DAN KOMITE SMP N I PURWAREJA KLAMPOK

WONOSOBO, 08 FEBRUARI 2009

SMP N 1 Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara adalah sekolah yang sudah cukup tua di wilayah ini, karena sudah beroperasi sejak tahun 1958. Sampai sekarang berarti sudah berusia setengah abad. Sebagai sarana refreshing sekaligus training pada hari Minggu 8 Februari 2009 Guru, Karyawan dan Komite SMP N I Purwareja Klampok mengadakan Outward Bound Management Training (OBMT) yang diselenggarakan di komplek Obyek Wisata Telaga Menjer Garung Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan D'Team Consultant Management Indonesia (D'Team) yang di pimpin oleh Bapak Yoyok S. Sukoyo dari P Tambi Wonosobo.

Rombongan dipimpin langsang oleh Leader SMP I Klampok Ibu Lidya Sujiah, S.Pd. yang berangkat dari Base Camp SMP pada Jam 06.30 WIB dengan berkendaraan 3 buah Micro Bus. Rombongan sampai di Garung Wonosobo jam 09.00 wib dan langsung disambut oleh trainer dari D'Team. Untuk memanfaatkan waktu maka rombongan langsung mempersiapkan diri untuk segera melakukan berbagai kegiatan training yang telah di persiapkan oleh D'team diantaranya adalah senam pemanasan, permainan-permainan motivasi, dan permainan yang memacu adrenalin yaitu berperahu di telaga menjer serta meluncur di di atas tebing dengan menggunakan tali dengan kecepatan yang cukup mendebarkan (Flying Fox).

Tujuan Pelatihan ini adalah :

- Meningkatkan kemampuan individu untuk bekerjasama dalam tim (team work)

- Meningkatkan kemampuan individu akan kemampuan diri (personal development)

- Meningkatkan kemampuan kepemimpinan (Leadership)

- Meningkatkan motivasi dan berfikir kreatif.

- Melatih dalam pemahaman konsep-konsep kerja

- Meningkatkan kebersamaan dan saling percaya

- Memecahkan kakakuan birokrasi

- Meningkatakan kinerja otak kiri dan otak kanan

- Sarana hiburan dan rekreasi Sehari sebelumnya yaitu hari sabtu 7 Februari diadakan kegiatan pra OBMT yaitu training motivasi yang dilakukan di dalam kelas (in class) sebagai langkah awal mengikuti kegiatan OBMT. Dalam kesempatan itu Trainer Mr. Yoyok diantaranya menyampaikan bahwa di lingkungan kerja kita jangan jadi Toxic (racun) dan juga bagaimana mengatasi dan mengantisipasi kalau ada toxic.

Kegiatan OBMT di akhiri dengan kegiatan refleksi oleh trainer dan juga peserta. Tanggapan positifpun masuk dari wakil-wakil peserta tentang kegiatan tersebut. Harapan Trainer adalah hasil dari kegiatan OBMT ini dapat bermanfaat dan berguna untuk meningkatkan kinerja peserta di tempat kerja agar tujuan organisasi akan mudah dan cepat tercapai. Semoga Kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan benar-benar mengantarkan peserta ke pintu gerbang dan memasuki perubahan sesuai tuntutan jaman. Amiiiiin

Thanks for D'Team, special for Mr Yoyok as leader. Thanks for All Who makes succesfull this program.

Bravo SMP N I Purwareja Klampok....... Luaaaaaar Biaaaaaaasa.....and...We are the Best....

THE OTHER FOTO AT SLIDE SHOW A BOVE

Post by Mr.Shies

Read More..

UNTUK MEMANTAPKAN DAN MENINGKATKAN KETRAMPILAN DALAM AKSES/BROWSING INTERNET MAKA ADA TUGAS DOWNLOAD MATERI DARI INTERNET BERUPA ARTIKEL, SOAL-SOAL, MATERI PELAJARAN DLL DENGAN KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT : 1. TUGAS BERUPA TUGAS KELOMPOK PER KELOMPOK 4 ORANG SISWA 2. MATERI HASIL DOWNLOAD DISERTAKAN ALAMAT SITUS DAN TANGGAL DOWNLOAD. 3. TUGAS DIKUMPULKAN BERUPA PRINT OUT PALING LAMBAT AKHIR FEBRUARI 2009. HARAP DIKERJAKAN DAN DIKUMPULKAN SECEPATNYA! SEMOGA SUKSES..... Mr. Shies

Read More..

Pada tahun 1955, Prof. Albert Eistein sedang memberikan ujian dalam mata kuliah fisika kepada mahasiswanya. Asistennya pada saat itu memperhatikan bahwa ternyata Albert Einstein memberikan soal ujian yang persis sama dengan soal ujian yang pernah diberikan 1 tahun sebelumnya. Karena penasaran, seusai ujian sang asisten bertanya “Prof, tahukah anda bahwa soal yang anda berikan tadi sudah pernah anda berikan tahun kemaren?”. “Saya tahu…” jawab Einsten. Sang asisten menjadi semakin penasaran dan bertanya lagi “Tapi kenapa anda bisa memberikan materi ujian yang persis sama selama 2 tahun berturut turut?”. Dengan kalem Einstein menjawab “Karena jawabannya sudah berbeda…!!!”. Kenapa? Karena pada saat itu ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, terutama dalam bidang fisika, sehingga dalam kurun waktu 1 tahun saja sudah terjadi banyak perubahan dan banyak sekali teori yang sudah tidak berlaku lagi. Akibatnya, para mahasiswa yang tidak mengikuti perkembangan akan memberi jawaban yang semuanya salah. Demikan juga halnya di era informasi dan globalisasi ini, era dimana teknologi komunikasi manusia sudah demikian maju sehingga informasi bisa dikirim dan disebarluaskan keseluruh dunia hanya dalam hitungan detik melalui internet, telefon, siaran radio, tv dll sehingga hanya dalam hitungan bulan, hari dan bahkan terkadang dalam hitungan jam, sebuah ide, produk, strategi dan rencana menjadi usang dan tidak cocok lagi untuk digunakan. Kita bisa mengambil contoh teknologi video kaset VHS yang menjadi usang sejak ditemukan teknologi VCD & DVD, atau perusahaan layanan pager yang tutup karena munculnya teknologi handphone, atau juga perubahan secara besar besaran dalam ekonomi global akibat resesi yang datangnya tidak terduga, sehingga banyak sekali terjadi PHK karena banyak perusahaan besar dan terkenal yang bangkrut. Bagaimana caranya kita mengantisipasi perubahan yang sangat cepat ini? Sebuah premis dalam NLP yang mengatakan, “Di dalam sebuah sistem, siapa yang paling fleksibel, dialah yang menguasai sistim tersebut”. Oleh karena itu, untuk menjaga supaya kita tetap produktif dan mampu bersaing dibawah kondisi yang berubah cepat, dibutuhkan fleksibilitas tinggi dan kemampuan belajar yang cepat. Oleh karena itu, untuk menjaga supaya kita tetap produktif dan mampu bersaing dibawah kondisi yang berubah cepat, dibutuhkan fleksibilitas tinggi dan kemampuan belajar yang cepat. Bagaimana dengan anda? Apakah anda cukup fleksibel dan selalu siap untuk mengantisipasi perubahan dengan cepat? Action Tips: 1. Pertahankan sikap mental yang terbuka serta mau menerima ide dan pemikiran baru. 2. Jadikan proses belajar itu aktivitas yang dilakukan seumur hidup karena yang namanya belajar itu bukan hanya dilakukan di sekolah atau di universitas saja, tapi di dalam hidup sehari hari kitapun belajar. 3. Investasikan sebagian dari penghasilan dan waktu anda untuk baca buku dan ikuti seminar, dengan demikian anda memperluas wawasan anda, semakian luas wawasan anda, pilihan yang ada miliki semakin banyak dan semakin banyak pilihan yang anda miliki, maka anda menjadi semakin fleksibel dan semakin efektif dalam mengantisipasi perubahan yang cepat. 4. Kembangkan kemampuan belajar cepat dari setiap peristiwa yang anda alami dan dari setiap orang yang anda jumpai. Jika anda senantiasa mempertahankan pikiran yang terbuka, selalu ada saja ada sesuatu yang bisa anda pelajari dari setiap orang yang anda jumpai, misalnya belajar dari keberhasilan mereka, ide idenya, pengalamannya, pengetahuannya, strateginya, keyakinan dan nilai nilainya, bahkan andapun masih bisa ambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan mereka. 5. Periksa kembali perencanaan dan goal anda secara rutin, tanyakan pada diri anda, apakah goal saya masih berlaku? Atau saya harus set goal yang baru untuk disesuaikan dengan perubahan kondisi? Ujilah juga strategi anda dengan bertanya, strategi mana yang masih efektif? Mana yang tidak efektif lagi? Dan apakah strategi yang sekarang saya gunakan sudah yang terbaik untuk saat ini? Atau ada cara lain yang lebih efektif lagi? 6. Latih fleksibilitas dan perluas wawasan anda dengan munculkan kebiasaan untuk melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang yang berbeda, misalnya mampu melihat dari kacamata orang kedua yang terlibat (lawan bicara), kemudian dari sudut pandang orang ketiga (pengamat yang tidak berhubungan langsung), kemudian dari sudut pandang masyarakat dan lingkungan kita (norma2, tradisi dan kebudayaan), kemudian dari sudut pandang secara global dan dari sudut pandang alam semesta, ajukan pertanyaan, seandainya saya berada di salah satu posisi yang disebut diatas, dan seandainya saya sudah meninggal, apa pendapat saya tentang peristiwa tersebut? Apa yang saya lihat? Apa yang saya dengar? Apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan? 7. Jika anda melakukan kesalahan, gunakan kata kata ajaib “Saya melakukan kesalahan” atau “Saya berubah pikiran”. Jadi jujur dan akuilah kalau anda melakukan kesalahan, kemudian pikirkan bagaimana caranya untuk keluar secepat mungkin dari kondisi tersebut dan bagaimana caranya memperbaiki serta meminimalkan kerugian yang muncul dari kesalahan yang terjadi, itu lebih bermanfaat daripada anda menghabiskan energi dan waktu untuk mencari alasan & pembenaran. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, yang membedakan orang sukses dari orang yang gagal adalah orang sukses mau mengakui dan belajar dari kesalahan. Sejarah membuktikan bahwa banyak sekali penderitaan dan kerugian yang bisa dihindari jika oknum yang bersangkutan tidak berusaha mempertahankan egonya dengan berusaha menutupi, mencari kambing hitam atau mencari pembenaran atas kesalahan yang terjadi. Semoga bermanfaat. Sukses Tanpa Batas…! Accessed from http://www.praptapa.com/ 0n Januari of 15, 2009

Read More..

TUGAS I TIK KELAS 9A - F SEMESTER 2 Thn 2008/2009 SMP NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK, BANJARNEGARA BUATLAH E_MAIL DENGAN YAHOO & GOOGLE! KIRIM KE E_MAIL : Shies883@gmail .com dan ke ketua kelas. Catatan : * Catat ID dan Password untuk persiapan operasional E_Mail * Tugas di kumpulkan paling lambat tanggal 19 Januari 2009

Read More..

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, Sebutan yang cukup mendebarkan hati dan membanggakan bagi para penyandangya. Sebutan ini cukup tenar pada era Orde Baru dan tercetus dalam syair himne guru yang sering dikumandangkan oleh peserta didik dalam berbagai acara yang terkait dengan pendidikan. Dengan predikat pahlawan tanpa tanda jasa, guru berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa meski dengan kesederhanaan dan mungkin dengan kebersahajaan. Meskipun tidak seluruhnya demikian, kenyataan ini banyak kita lihat pada guru SMP ke bawah dan yang berada di daerah. Bagaimana Guru di era reformasi? Di era reformasi pemerintah berusaha meningkatkan kualitas guru dengan janji sebagai konsekwensi logis yaitu melalui guru professional yang ditempuh dengan sertifikasi. Namun pelaksanaannya juga masih belum maksimal dan masih banyak kendala yang terjadi di lapangan. Guru bergairah dan penuh harap, berusaha semaksimal mungkin memenuhi standar yang di tentukan untuk mendapat sertifikat dan predikat guru profesional. Harapan pemerintah tentunya terjadinya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sesuai dengan tujuan Negara Indonesia. Idealisme Guru. Dimanapun berada dan dalam keadaan bagaimanapun guru punya idealisme yaitu ingin mencerdaskan siswa-siswanya agar tercapai apa yang menjadi cita-citanya. Dengan berbagai cara dan menggunakan segala fasilitas seadanya guru berjuang untuk membawa siswa-siswanya mempunyai kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan disiplin ilmu yang di ajarkan. Disetiap pertemuan, guru laksana aktor atau aktris yang mempunyai kemampuan acting tinggi meninggalkan berbagai masalah hidupnya memberi semangat siswa-siswanya untuk belajar semaksimal mungkin dan menempuh pendidikan setinggi mungkin. Bercita-citalah setinggi langit, gapailah semua itu dengan semangat dan do’a. Kenyataan membuktikan dengan bimbingan guru yang sederhana dan bersahaja telah tercipta manusia-manusia yang cerdas dan mampu mendapatkan pekerjaan yang tinggi di sector negri maupun swasta. Idealisme guru yang lain jelas ingin merubah pola dan alat mengajar seiring perkembangan dan tuntutan jaman. Semua ingin memenuhi tuntutan mengajar saat ini yaitu pembelajaran CTL, PAKEM/PAIKEM atau metode lain yang selalu tercipta seiring kemajuan jaman. Tuntutan jaman mengharapkan guru tidak lagi mengajar konvensional tapi modern yang sedang ngetrend yaitu mengajar berbasis ICT. Keadaan ini bagi sebagian besar guru masih sebagai angan yang ingin diwujudkan menunggu perubahan nasib dari pemerintah. Sejuta idealisme melekat guru-guru di negeri ini. Dilematis Guru? Guru sering dijabarkan dengan digugu dan ditiru, guru juga dianggap orang yang serba tahu. Benarkah demikian? Tentunya tidaklah semua benar, guru banyak keterbatasan dan kenyataan di lapangan memang masih banyak yang perlu menempuh pendidikan demi memenuhi tuntutan profesionalisme guru. Tuntutan pemerintah saat ini dari segi pendidikan bahwa guru minimal harus berijazah S1. Disinilah mulai timbul dilematis pada guru, semangat yang diberikan pada siswa untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin jadi boomerang karena kenyataan dirinya juga belum bisa memenuhi tuntutan ijazah minimal seorang guru. Penyebabnya mayoritas adalah biaya pendidikan di perguruan tinggi yang relative besar, penyebab yang lain usia dan kemauan. Banyak keluhan dari guru tidak atau belum menempuh S1 karena sedang membiayai anak yang juga membutuhkan biaya yang besar. Belum cukupkah gaji guru? Lihatlah dan bandingkan dengan kenyataan yang terjadi pada guru-guru di sekitar kita. Kalau penulis menyampaikan gaji guru memang baru cukup untuk hidup layak sebulan, sehingga untuk kebutuhan pokok lain seperti rumah apalagi sekunder seperti sepeda motor banyak ditempuh dengan menggadaikan SKnya di Bank atau lembaga keuangan lainnya. Dengan keadaan awal seperti ini timbul dilematis yang lain di antaranya ; banyak anak guru yang terpaksa tidak bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena biaya. Jiaka hal ini terjadi maka akan timbul komentar yang sangat menyakitkan anak guru kok tidak sekolah. Pandangan bahwa guru adalah orang yang mumpuni dan serba tahu ini kadang menimbulkan hal-hal yang tidak enak bagi guru. Di sinetron-sinetron sering ditampilkan guru-guru yang berpenampilan bloon dan di olok-olok sama murid-muridnya seolah guru itu katrok kalau boleh ambil istilahnya jutawan Tukul Arwana. Dilematis yang lain semangat belajar siswa di Negara yang kita cintai belum optimal sehingga sering timbul pelanggaran-pelanggaran oleh siswa yang juga kadang membawa guru bermasalah dan berurusan dengan pihak yang berwajib. Kurikulum 2006 dan sekarang KTSP dengan metode CTL, PAKEM/PAIKEM punya paradigma bahwa peran aktif kegiatan pembelajaran adalah siswa, guru di harapkan sebagai sutradara dalam KBM dan sebagai fasilitator. Paradigma kurikulum 2004 dan sekarang KTSP adalah bahwa siswa sudah memiliki modal dari rumah dan di sekolah di tingkatkan dan disempurnakan, kenyataan di lapangan? Masih banyak kita temukan siswa berangkat sekolah tanpa modal pengetahuan yang diharapkan bahkan modal niatpun belum ada. Sekolah masih di anggap rutinitas dan kewajiban dari pemerintah ataupun tuntutan orang tua belaka. Undang-undang perlindungan anak kadang di pergunakan tidak pada tempatnya oleh orang tua murid yang dalam kenyataan menjadikan guru takut melangkah atau tegas karena takut melanggar, dampaknya guru semakin terpuruk dan kurang harga dirinya di hadapan peserta didik. Jika sudah begini? Kualitas pendidikan juga akan banyak dipertanyakan. Dilematis-dilematis sangatlah banyak yang lagi tenar saat ini tuntutan mengajar berbasis ICT, kenyataan masih banyak guru yang gaptek, salah satu penyebabnya jelas kesenjangan antara harga teknologi dengan kemampuan beli seorang guru akan teknologi tersebut. Dilematis lain ………? Masih banyak dilematis yang kita temui di lapangan yang tidak perlu kita kupas secara panjang lebar, yang penting adalah bagaimana nantinya kita bisa merubah judul dan terealisasi dengan baik yaitu : “GURU IDEAL YANG PENUH IDEALISME” Harapan guru tidaklah muluk hanyalah ingin idealis , ideal dalam kenyataan dan penuh optimis. Mungkin slogan ini bisa menjadi secercah cahaya bagi guru “Dengan Bersama dan Kebersamaan Kita Bisa”. Hanyalah ungkapan pribadi, tidak bermaksud menyinggung, menuntut apalagi provokasi pada siapapun.

Read More..

JAVA CAMPURSARI MUSIC


Music Playlist